Manusia Itu Unik Lho….

doaremon

doaremon

Hai kawan, pernah gak sih kita jengkel banget dengan seseorang? Atau pengennya ketawa ngikik aja liat kelakuan dan gaya seseorang yang alay dan aneh abis. Atau di sisi lain, kita terkagum-kagum dengan teman sebaya kita yang begitu berwibawa (wii..bawa mobil, wii…suka nraktir, wiii…rengking satu terus,,heheh).
Trus nih ya, kadang juga- atau mungkin seringkali- kita juga suka menjudge orang dari penampilan dan kata pertama yang keluar. Dia anak nyebelin, dia anak gak asyik, dia sok tau, sok pinter, sok atuh apa aja nempel pada pandangan pertama. Dan lagi kita juga secara tidak sadar mencibir orang-orang di sekitar kita yang tidak seberuntung kita. Mereka yang merokok, suka nongkrong, minum miras, nge-drugs, suka ndugem. Dalam pikiran alam bawah sadar kita mungkin sudah ada label: mereka anak tidak baik, nakal, dst.
Lain lagi cerita ketika beberapa diantara kita yang orangnya perfect menemukan beberapa orang di sekitar kita yang kita anggap menyebalkan dalam bbesikap. Pokoknya nggak perfect banget lah. Kita anggap itu kekurangan mereka. Kita sering jengkel dibuatnya karena sering telat, nggak konsekuen dengan omongan, sakpenake dhewe, gak mikir pengorbanan yang sudah kita lakukan untuknya, suka mbolos sekolah, nyusahin kita karena sering nyontek PR dan maksa dicontekin pas ujian. Aih aih,,nggak kita banget deh.
What sould we do? Apa yang musti kita lakukan agar enjoy menghadapi itu semua dan justru kita menjadi orang yang paling beruntung mendapatkan mereka ada di sekitar kita?Here are, guys, share pengalaman saja. Adakalanya ambil dari teori psikologi, cuma sayang lupa teori yang mana. Hehe. Ini prinsip-prinsip yang sejak SMA dan sampai sekarang saya pake untuk menghadapi orang-orang yang sliweran mengisi hari-hari kita. Ayo share juga ya, Kawan.
1. Manusia itu unik
Yang namanya unik, berarti tidak ditemukan pada manusia yang lain. Tidak akan ada paduan sifat yang kembar. Ada-ada aja lah pokoknya. Namanya unik, berarti menarik. Unik berarti special. Kalo ada temen yang menurut kita aneh dan nyebelin, anggap saja itu keunikannya sebagai manusia yang terlahir di dunia. Hehe.. Insya Allah lebih lapang menerima dia apa adanya. Ya memang dia ciri khas nya begitu, mau bagaimana lagi. Prinsip ini membuat saya biasanya tersenyum-senyum sendiri ketika melihat ada yang janggal –menurut saya- pada diri teman saya. Dan biasanya,, akhirnya cuma mengulum senyum sambil berkata dalam hati “ Manusia itu memang unik ya. Maha Suci Allah”. Keuntungan pertama mempunyai prinsip ini adalah kita akan bersyukur senantiasa pada Allah, dan keuntungan kedua, kita akan senantiasa bisa belajar dari sifat-sifat orang di sekitar kita.
Mengangap manusia itu unik juga merupakan jalan awal kita untuk menerima orang lain apa adanya, legowo dalam istilah bahasa jawa, sehingga meminimalkan sekat-sekat atau hambatan komunikasi kita dengan orang tersebut. Juga meminimkanjustifikasi yang memperparah hambatan komunikasi kita dengan orang lain. Efeknya, kita akan dikenal sebagai orang yang supel, karena bisa bergau dengan siapa saja.
2. Setiap Keunikan adalah Pembelajaran
Prinsip yang satu ini menjadikan “unik” sebagai pembelajaran baru. Minimal bertambahnya kognitif yang ditandai dengan komentar: “ohh ada ya orang begini di dunia. Lucu juga. Unik.” Atau sampai dalam skala afekti dan psikomotor: “Ya Allah, lindungi aku dari sifat semacam itu” atau “Ya Allah muliakan aku seperti Engkau memuliakannya di hadapan-Mu dan di hadapan manusia”. Otomatis, tergantung keunikan yang kita temukan, kawan.
Insya allah kita tidak akan stress menemui orang-orang yang super aneh dan juga tidak akan terlalu euphoria menemukan orang yang kerennya minta ampun.
3. Setiap orang memiliki latar belakang hidup dan proses belajarnya sendiri-sendiri
Seseorang bertindak pasti ada latar belakangnya. Mulai dari pengetahuan yang dimiliki, pola pikir, pola asuh yang pernah di dapat, kondisi dia atau keluarganya saat ini. Multifaktorial deh! So, kalau ada yang janggal dengan perbuatan orang, hindari justifikasi. Cobalah untuk lebih peka dan menelisik mengapa begini dan begitu. Seorang pelajar sekolah yang minum miras, merokok, dan sukanya bolos gak ada juntrungan, kebanyakan mereka adalah korban broken home. Atau bahkan memang di rumah hal seperti itu biasa. Kalau kita bisa lihat ada apa dibalik perbuatannya, Insya Allah kita akan cenderung berempati padanya. Kayaknya jadi orang yang agak sok pengen tau sih, tapi ya tentunya caranya yang soft aja kale..gak tanya jrentetetan tak berujung bak polisi lagi introgasi tersangka  Memandangnya bukan sebagai subjek, tapi lebih kepada objek hasil kondisi sekitar. Kita benci perbuatannya, tapi tidak dengan orangnya. Kita bergaul dengan dia apa adanya, dan siapa tau dia jadi nyaman curhat ke kita. Kesempatan emas untuk berbut baik, kan?
Tentang proses belajar. Kita hargai setiap apa yang dilakukan orang adalah proses belajarnya. Dengan mengetahui di awal kondisi latar belakangnya, kita akan tahu sampai di mana titik belajar sia saat ini. Hem yang ini sedikit agak rumit karena butuh analisis- tentunya bagi orang yang tidak terlalu suka analisis. Hehe, dibutuhkan ketelatenan. Misal, kita tau ada temen yang sukanya usil banget, sholatnya susah, kalau belom hampir waktu sholat berikutnya belum mau sholat, pacarnya ganti sana sini. Akhir-akhir ini dia tampak beda. Sholat di mushola jadi sering ketemu. Ah,kawan. Luangkan waktumu sejenak untuk memujinya dan berkata “Wah, kemajuan pesat nih, bro. Jamaah jadi rame tambah ada ente di sini. Besok lagi ya. Biar makin asyik bareng2.” Perubahan sekecil apapun adalah proses. Tidak terkecuali jika ada sesuatu yang lain (negative) yang tidak biasanya terjadi. Misalnya tiba-tiba uring-uringan, atau mukanya seneb minta ditonjok (hehe). Kalau yang begini, sapalah ia:
“Kok lain kayaknya hari ini, ada yang membuat sedih dan tidak nyaman? Kalau itu aku, katakan saja. Apa yang bisa kulakukan?”
Hadeuu,,, senangnya kalo punya teman yang kayak gini  Ini namnaya teman sejati. Tetap jadi teman kala ada gundah di hati.hehe
Prinsip ini membuat kita belajar memandang permasalahan dari sudut pandang orang lain yang berbeda dengan kita.

Oke kawan, itu 3 prinsip dasar saya ketika mnemukan sesuatu yang lain di luar diri saya. Sepanjang ini menyebabkan banyak teman, cepat adaptasi, diterima oleh berbagai kalangan, dan yang terpenting bikin hati jadi kaya rasa, kaya rupa, kaya apa aja yang kita mau!. He
Saling share dengan komen ya.
Syukron

NB.]
Belajarlah dari genk nobita dan doraemon. Lihatlah, kekurangan mereka bagi yang lain adalah pelengkap rasa. Di saat normal bermusuhan, tapi kalau sudah menyelesaikan masalah, saling menguatkan meski dengan kekurangan masing-masing :)

Advertisement

Posted on November 13, 2011, in Obrolan Kecil Sarat Makna and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. setiap diri kita adalah pribadi yang unik, aren’t you? ^_^

  2. belajar dari keunikan… sippo :D

  3. unik itu adek kelasmu mba momo giii :p

  4. kau salah satu manusia unik yang kutemui di dunia ini ul…..
    unik=special

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.