Category Archives: Tarbiyah
Kelemahan Kita yang Membuat Barat Menjadi Kuat
oleh Syaikh Muhammad Mahdi ‘Akif
Dengan nama Allah, Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam bagi Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya, amma ba’du.
Berbagai peristiwa besar yang menimpa umat Islam mendorong kita untuk selalu merenung tentang kondisi umat Islam yang sebenarnya. Dulu, generasi awal umat ini berpegang teguh pada agamanya. Merekalah umat yang luhur, dimana tentara mereka dapat berdiri tegak dihadapan pasukan musuh yang melampaui batas, yang terbesar pada masa itu.
Saat itu mereka mengatakan, “Sesungguhnya Allah mengutus kami untuk mengeluarkan umat ini dari penyembahan kepada hamba sahaya menuju penyembahan kepada Allah Ta’ala yang satu. Mengeluarkan manusia dari kezaliman berbagai agama kepada keadilan Islam. Membebaskan manusia dari sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan akhirat.”
Begitupun para penggantinya, pernah menyampaikan dengan penuh percaya diri kepada awan yang berhembus di udara: “Turunkanlah hujan sekehendakmu, maka pastilah curahanmu akan menimpaku.” Salah satu pemimpinnya menceburkan kudanya ke lepas pantai, dimana berakhirlah satu hamparan bumi di hadapan matanya, lalu ia berkata: “Demi Allah, seandainya aku tahu bahwa dibelakangmu ada daratan dimana orang mengkafirkan Allah, pastilah aku akan memeranginya di jalan Allah.”
Maka (seolah-olah) bumi dimudahkan untuk mereka, semua kesulitan di bumi ini dimudahkan, dan tegaklah keadilan dimana mereka berada. Dan (saat itu) tidaklah ada orang merdeka yang diperbudak di tanah mereka, juga tidak ada orang yang dizalimi.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (pernah) berdiri untuk jenazah orang Yahudi yang lewat di depan mereka seraya berkata: “Bukankan ia juga manusia?” Dan khalifah mereka Al-Faruq pernah menyuruh seorang Nashrani dari mesir untuk meng-qishash anak dari gubernur mereka seraya berkata, “Sesungguhnya anaknya tidak memukulmu kecuali dengan kekuasaan ayahnya.” Kemudian mengatakan sesuatu hal yang kekal (dalam ingatan) hingga sekarang “ Ya ‘Amr, kapan kamu memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan merdeka?”
Generasi pun berganti
Hampir berlalu satu atau dua generasi, hingga Islam menjadi sebuah ”butik peradaban” yang memiliki bangunan canggih. Di dalamnya menyatu berbagai khazanah alam. Maka muncullah dari golongan ahli hadits Imam Bukhari, Muslim An-Nîsâbûrî, Abu Dawud as-Sajastanî, dan An-Nasai. Begitu juga Ibnu Hambali Al’Arabi Asy-Syibani. Dan dari golongan ahli tafsir diantaranya Ath-Thabari dan Qurthubi. Begitu juga Ibnu Katsir, Al-Arabi Al-Qurasyiyyi. Kemudian dari ilmu kedokteran dan filsafat diantaranya Ar-Raazi, Ash-Shaby, Ibnu Rusyd Al-Andalusy. Mereka mengangkat syi’ar: “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa” (QS. Al-Hujurat: 13). Mereka juga mempunyai seruan: “Tidak ada keutamaan orang Arab atas orang asing kecuali dengan ketaqwaan.”
Zaman silih berganti, dan setiap sesuatu kalau tidak sempurna pasti ada kekurangan. Faktor kelemahan menghinggapi umat Islam dari sisi internal, juga faktor tekanan yang terus menerus dari sisi eksternal. Dan mulailah masa keguguran martabat Islam dalam diri umat ini dan pimpinannya.
Tentaranya rapuh dan perlawanannya luluh serta musuh-musuh punya pengaruh dari segala sisi. Benarlah apa yang difirmankan Allah Ta’ala: Read the rest of this entry
MENGENAL MEREKA, AKU BAHAGIA- kontemplasi seorang murobi part II-habis
Mimpi alias target kitakepada binaan kita akan menuai berbagai macam reaksi. Nekat, ngoyo, ra realistis, akan jadi santapan pekanan, atau harian. Tapi, apakah Anda tahu? Banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari “kenekatan-kenekatan” ini. Kalaupun pada endingnya hasil belum dinyatakan berhsil tercapai 100%, inilah manfaat yg bisa didapat:
1. Kita jadi punya orientasi masa depan binaan kita.
Forum DUGEM akan semakin dinamis. Aka nada tantangan-tantangan baru bagi kita maupun binaan kita dalam setiap sesi pertemuannya. Yakin, semuanya akan jadi tambah semangat.Nek mentornya we semangit, kapan binaannya semangat?? Heheh…
2. Planning dan administrasi yang rapi tentang binaan
Beda sekali saya rasakan saat saya punya impian yg jelas untuk binaan saya, dan saat dulu, saya tidak pernah mencanangkan impian apapun terhadap mereka. Bahkan hal yg paling males saya kerjakan-administrasi-pun jadi rapi jail. Progressnya dari waktu ke waktu bisa terbaca. Planning-Actuating-Controlling-Evaluating-Replanning-dst pun jadi sangat teratur dan membentuk sebuah irama (halah…). Dahsyaaaattt! Read the rest of this entry
MENGENAL MEREKA, AKU BAHAGIA- kontemplasi seorang murobi part I
Dalam pengembaraan menjadi seorang mentor ataupun murobi, tidaklah asing ketika kita membubarkan satu atau dua kelompok, mengeluarkan satu atau dua orang dari halaqah (forum kajian), karena inilah sebuah pendampingan intensif yang memerlukan interaksi yang sangat intens, keterbukaan, dan kepercayaan tingkat tinggi antara mentee dan mentor. Keduanya, saling menginspirasi satu sama lain.
Ijinkan saya menuliskan 4 tahun terakhir menggeluti profesi ini.
Mereka datang satu per satu. Satu datang, satu pergi karena tak cocok, datang yang lain lagi berharap, pergi lagi satu dua orang karena pilihan aktivitas yang berbeda, hingga akhirnya terbentuklah sebuah keluarga kecil bahagia, kumpulan dari orang-orang yang masih ingin berjuang memperbaiki diri dan berkontribusi dalam da’wah. Mereka bukan orang-orang hebat, bahkan tak masuk dalam hitungan orang-orang yang mempunyai track record hebat. Sama sekali tidak!
Saya mengenal mereka pertama kali, mereka adalah orang-orang yang ikhlas untuk mengaji dan mengaji, ikhlas untuk berbuat dan berjuang, satu-satu kekurangan diperbaiki. Mulai dari jilbab yang kecil jadi agak besar dan besar lagi. Tadinya make celana panjang, mulai jahit satu-satu rok, sampai akhirnya mereka tak punya lagi celana panjang kecuali untuk dobelan saat outbond.
Polos….ikhlas…dan PROGRESS!! Read the rest of this entry

