Blog Archives

Surat Cinta untuk Adekku

Gambar

Dek,

Dalam diamku aku ingin kau tahu

Harap besarku atas dirimu

Tak banyak

Kau akan menaungi rumah ini dengan

Kesholihan dan ketaatan di jalan Rabb-mu

  Read the rest of this entry

Ketika Aku Makin Cinta Padanya: Pemuda

-Kontemplasi 7 tahun Bersama Para Pejuang Tangguh Kepemudaan-

pemuda

-tunas bangsa-

Da’wah ini pada eranya dahulu, dimulai dari pemuda. Dan di manapun Anda mendengar kegemerlapan perjuangan da’wah, pemuda tak luput sebagai motor gerakan di sana. Da’wah kepemudaan adalah backbone, atau dalam bahasa keseharian kita disebut sebagai tulang punggung. Apa yang akan terjadi jika tulang punggung Anda patah? atau retak, saja. Read the rest of this entry

MENGENAL MEREKA, AKU BAHAGIA- kontemplasi seorang murobi part II-habis

Mimpi alias target kitakepada binaan kita akan menuai berbagai macam reaksi. Nekat, ngoyo, ra realistis, akan jadi santapan pekanan, atau harian. Tapi, apakah Anda tahu? Banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari “kenekatan-kenekatan” ini. Kalaupun pada endingnya hasil belum dinyatakan berhsil tercapai 100%, inilah manfaat yg bisa didapat:

1. Kita jadi punya orientasi masa depan binaan kita.

    Forum DUGEM akan semakin dinamis. Aka nada tantangan-tantangan baru bagi kita maupun binaan kita dalam setiap sesi pertemuannya. Yakin, semuanya akan jadi tambah semangat.Nek mentornya we semangit, kapan binaannya semangat?? Heheh…

    2. Planning dan administrasi yang rapi tentang binaan

      Beda sekali saya rasakan saat saya punya impian yg jelas untuk binaan saya, dan saat dulu, saya tidak pernah mencanangkan impian apapun terhadap mereka. Bahkan hal yg paling males saya kerjakan-administrasi-pun jadi rapi jail. Progressnya dari waktu ke waktu bisa terbaca. Planning-Actuating-Controlling-Evaluating-Replanning-dst pun jadi sangat teratur dan membentuk sebuah irama (halah…). Dahsyaaaattt! Read the rest of this entry

      MENGENAL MEREKA, AKU BAHAGIA- kontemplasi seorang murobi part I

      Dalam pengembaraan menjadi seorang mentor ataupun murobi, tidaklah asing ketika kita membubarkan satu atau dua kelompok, mengeluarkan satu atau dua orang dari halaqah (forum kajian), karena inilah sebuah pendampingan intensif yang memerlukan interaksi yang sangat intens, keterbukaan, dan kepercayaan tingkat tinggi antara mentee dan mentor. Keduanya, saling menginspirasi satu sama lain.

      Ijinkan saya menuliskan 4 tahun terakhir menggeluti profesi ini.

      Mereka datang satu per satu. Satu datang, satu pergi karena tak cocok, datang yang lain lagi berharap, pergi lagi satu dua orang karena pilihan aktivitas yang berbeda,  hingga akhirnya terbentuklah sebuah keluarga kecil bahagia, kumpulan dari orang-orang yang masih ingin berjuang memperbaiki diri dan berkontribusi dalam da’wah. Mereka bukan orang-orang hebat, bahkan tak masuk dalam hitungan orang-orang yang mempunyai track record hebat. Sama sekali tidak!

      Saya mengenal mereka pertama kali, mereka adalah orang-orang yang ikhlas untuk mengaji dan mengaji, ikhlas untuk berbuat dan berjuang, satu-satu kekurangan diperbaiki. Mulai dari jilbab yang kecil jadi agak besar dan besar lagi. Tadinya make celana panjang, mulai jahit satu-satu rok, sampai akhirnya mereka tak punya lagi celana panjang kecuali untuk dobelan saat outbond.

      Polos….ikhlas…dan PROGRESS!! Read the rest of this entry

      Follow

      Get every new post delivered to your Inbox.

      Join 78 other followers