Blog Archives
Sahabat=Memberi (part one)
Tak akan pernah bosan aku menuliskannya. Tentang sahabat, tentang kesetiaan, dan persaudaraan di jalan Allah. Tak mudah memang menemukan sahabat sejati. Meski contoh dari rasulullah dan para sahabat nyata adanya, seringkali kita yang malas untuk menggali. Keterbatasan-keterbatasan diri pun dijadikan apologi. Read the rest of this entry
SYUKURKU
I
Ketika aku tahu tidak mungkin,
Tidak bisa, dan akhirnya tidak mau
Untuk berharap banyak
Ternyata…
Pada saat yang sama itulah aku mulai menanam
Bibit-bibit harapan
Allah…
Kukembalikan semua rasa
Dan juga
Asa ini
Kepada-Mu
Sang Penggenggam Hati Agar ringan di hati
Dan senyum menghias diri Read the rest of this entry
CERMIN
Allah yang mempertemukan kita
Dalam naungan cinta berselimut bunga
Aku asing bagimu dan begitupun kau bagiku
Dunia kita serasa beda
Namun ketika labuh cinta-Nya
Menghantarkan kita pada sebuah makna
Aku tahu bahwa inilah takdirku Read the rest of this entry
PALESTINE LOVE STORY-1
Hati yang Mati vs Hati yang Hidup
Penyerangan Israel atas Freedom Flotilla sudah banyak dikabarkan sebelum peristiwa itu benar-benar terjadi. Namun, mungkin kita yang mempunyai hati yang masih normal masih berbaik sangka bahwa Israel tidak akan berbuat senekat itu. Penyerangan kontingen kemanusiaan di laut internasional benar-nbenar pelanggaran hukum dari sisi manapun. Kita lupa bahwa mereka adalah Bangsa Kera yang tak pernah memakai logika. Insting dan kekuatan menjadi alat utama asal makanan empuk mereka dapatkan, asal tidak ada yang menghalanginya untuk mencapai derajat kenyangnya. Alasan-alasan dusta yang tidak masuk akalpun dilontarkan dalam konferensi pers dan media, baik media local maupun internasional. Dan anehnya, sebagian orang percaya.
Untuk orang-orang yang percaya degan kebohongan Israel ini, saya hanya bisa mengucapkan Innalillaahi wa inna ilaihi roji’un. Mungkin terlalu lama hati mereka mati dengan jasad dan rupa yang tetap menawan. Hatinya sudah mengalami nekrosis kronis sehingga tak mungkin lagi untuk dirawat. Bagaimana mungkin sebuah tragedi kemanusiaan terjadi kembali dan mereka tetap berdiam diri? Sibuk dengan akivitas sehari-hari demi mengumpulkan materi yang sama sekali tidak berarti.
Bagi kita yang menyadari bahwa ini adalah kebrutalan Internasional, saya katakana Segala Puji bagi Allah. Hanya dengan hidayah Allah kita masih bisa merasakan sensitifnya hati kita atas nama kemanusiaan. Apapun motifnya, apapun maksudnya.
Untuk Ridho Illahi-kah? Read the rest of this entry


