Blog Archives
BALADA PEGAWAI-1
Bersyukur, jangan pernah berhenti, walaupun apa yang terjadi tak sesuai dengan apa yang kau ingini. Bersyukur akan membawamu dalam lautan emas tak bertepi. Membuatmu semakin tegak berdiri dalam naungan Illahi…
Sepekan sudah menjalani aktivitas sebagai pegawai rakyat. Jujur, denial masih ada. Impian2 itu masih membuncah dan tak akan pernah saya matikan. MEncoba untuk amanah dengan yang sudah dipercayakan masyarakat kepada diri yang lemah…sambil terus mencoba tegak dengan idealism yang sudah dipunya….
Bersyukur…..
Setiap hari saat orientasi diingatkan untuk bersyukur, bahwa banyak sekali yang inginkan posisi ini, walaupun aku tak menginginkannya di saat aku mendapatkannya T-T
Saya pengin cerita pada hari pertama menghadiri penyerahan SK. Kami semua dipanggil ke kantor Bupati. Berdasarkan cerita kakak kelas, Bupati tahun lalu meminta yang putri untuk memasukkan jilbab dalam baju. Jika tidak, maka akan dikeluarkan dan tidak boleh mengikuti prosesi (Keluarkan saja sekalian dari pegawai negeri, cabut SKnya, dengan senang hati akan kujalani .wkwkwk…). Bendera perang sudah kusiapkan sejak jauh hari.
Memakai baju KORPRI lengkap dengan lencana dan papan nama (jangan dibayangkan papan namanya narapidana, ya..wkwk), melaju dengan agak malas menuju kantor Bupati. Pertama, sejak dua hari sebelum penyerahan SK saya tiap malam demam (sepertinya stress berat
). Dan di hari penyerahan SK, sejak pukul 3 dinihari, diare hampir 10 kali. Malas dan lemes rasanya…..Alasan malas yang kedua adalah membayangkan akan terjadi perang idealism (weleh…)
Sampai di panitia, orang pertama sudah mengingatkan saya untuk memasukkan jilbab. Dengan halus, saya bertanya:
“Kalau misalnya saya tidak memasukkan jilbab ke dalam baju bagaimana, Pak?”
“Ya liat saja nanti, Pak Bupati akan negdika tentang hal ini”
“Baiklah, pak..nunggu pak Bupati saja.”
Alasan malas mulai terbukti…..
Ketika duduk sambil menahan dingin yang menggigil, seorang ibu kembali mengingatkan untuk memasukkan jilbab ke dalam baju. Teman di sebelah sudah mulai galau dan akhirnya,,,dia masukkan jilbab kebaju. Bodo amat,,,emang loe pade mau tanggungjawab di akherat?
Lagi, 15 menit mnjelang kedatangan Bupati, seorang Bapak-bapak staf menunjukiku toilet dan meminta hal yang sama: masukkan jilbab dalam baju. Sebntar saja, saat prosesi dengan Bupati. Heran,,,,emangnya horror banget ya, Bupati itu? Aku hanya tersenyum ngeyel sambil nyengir (nyengir nahan mules2, nek iki)
Aku punya prediksi, kali ini isu jilbab dimasukkan tidak akan diangkat oleh pejabat, karena 3 hari lagi coblosan Bupati. Membuat isu ini bediri, sama saja menghancurkan diri sendiri. Wkwkwk….
SAmbil deg-degan sepanjang prosesi dengan statemen-statemen yang akan keluar tentang jilbab yang kami pakai –soale ada bolo beberapa akhwat ^^-, satu per satu kalimat para pejabat saya dengarkan baik2. Ajib….perkiraanku tepat. Bahkan sampai detik terakhir penyerahan SK, isu jilbab yang dimasukkan sama sekali tidak disinggung. Lega….sekali,,,sekaligus bertanya,,apa gerangan setelah ini?
Hopefully, beliau nggak jadi Bupati lagi ![]()
Sebegitu sensinyakah?
Daripada banyak bikin akhwat malu di depan umum dan menginjak-injak harga diri muslimah,,,dosane tambah,maka cukuplah berhenti samapi di sini saja. Aamiin….
Bukan apa2, pada apel2 pagi yang dihadirinya, jika ada muslimah yang tidak mau memasukkan jilbabnya dalam baju, muslimah tersebut namanya dipanggil lengkap dan di depan peserta apel pagi yang lain, muslimah ini disuruh memasukkan jilbabnya ke bajunya! Terlalu….>.<’
Sampai-sampai, ada pejabat dinas yang sholih, lebih menganjurkan kepada para muslimah untuk menghindari apel pagi alias mbolos apel daripada harus dipermalukan. Semoga Allah merahmati pejabat ini dengan segala kerendahan hatinya dan usahanya untuk ikut menegakkan izzah muslimah.
Saya heran, kok nggak ada yang berani ngelawan. Ide nakal pun muncul, kapananane apel pagi ditempatku, aku akan ikut dan jika diperintahkan untuk memasukkan jilbab, aku akan tetap diam tanpa gerak. Kiro2 kepiye yo?? Siapa yang dipermalukan??? Wkwkwk…..bawahane mbalelo……..dan dengan senang hati yuhui….kalaupun SK dicabut…bersyukur lagi,,sudah dikeluarkan dari jeratan kedzoliman ini. Wkwkwk….doh….niate, nduk………
KIBARKAN JILBABMU!!!
