Persimpangan Jalan (Session 2-end)

Persimpangan Jalan ( Session 2-end)

Di persimpangan

Aku berdiri membisu

Harus kuputuskan

Ke manakah ku melangkah…

Jangan lagi

Usikku meski aku tak tahu

Ke mana lagi aku berlari

Kejar harapan yang sempat mengelam

Biarkanlah

Kuhidup dengan nafas yang baru

Nafas yang menyimpan kedamaian

Di persimpangan aku berdiri

–Edcoustic–

Yah, memang harus segera diputuskan. Meski mungkin dengan sakit yang masih menyelimut. Daripada mati. Bergerak adalah suatu keniscayaan agar kehidupan terus berjalan. Setidaknya, kita tahu jalan kembali ke persimpangan dan memilih jalan yang benar ketika pilihan kita salah.

Terkadang mungkin kita tahu arah yang dituju, tapi menemukan beberapa jalan yang seolah sama ke tujuan. Bingung. Lalu, bagaimana memutuskannya sementara kita tak tahu jalan mana yang benar?

Bersyukurlah jika kita termasuk orang yang tahu arah mana yang akan dituju. Pertama, bisa jadi memang Allah menyediakan banyak jalan untuk menuju suatu tujuan. Seringkali pikiran kita telalu sempit. Tujuan A harus lewat jalan A. Padahal tiba-tiba di persimpangan tersebut, kita tidak menemukan jalan A. Jalan A ternyata masih ada di persimpangan berikutnya. Allah memberikan 3 jalan di depan mata kita menuju jalan A, sementara hati kita terlalu tertutup untuk memahami bahwa inilah pilihan yang sebenarnya bukan pilihan. Maka, selalu bukalah mata hati kita untuk bisa slalu membaca peluang yang diberikan oleh Allah untuk kita. Bisa jadi jalan yang sepertinya bukan seperti yang kita inginkan itulah jalan terbaik untuk kita. Allah menyediakan peluang-peluang di sepanjang jalan yang kita lewati jauh lebih banyak daripada jalan yang sesuai dalam bayangan kita atau sesuai dengan pola yang kita rancang. Bukankah Allah sebaik-baik arsitek? J Maka, bukalah hati kita untuk menerima setiap jalan yang Allah berikan untuk kita. Allah member apa yang kita butuhkan.

Bersyukurlah jika kita termasuk orang yang tahu arah mana yang akan dituju. Kedua, tentunya di persimpangan jalan ada banyak orang yang bisa kita tanya, manakah jalan yang akan kita pilih. Tentunya yang kita pilih adalah orang yang sekiranya mengenal dengan medan di daerah itu. Sangat memahami liku-liku perjalanan menuju tempat yang kita tuju, setiap tikungan, tanjakan, atau bahkan sisi-sisi jalan sebelah mana yang berlubang.  Bukan sembarang orang atau bahkan orang yang sama-sama buta arah. Jika kita tidak manu jalan mana yang harus kita pilih, bertanyalah pada orang yang sekiranya tepat.

Bersyukurlah jika kita termasuk orang yang tahu arah mana yang akan dituju. Untuk yang ketiga, kita masih punya mata hati untuk kita tanya keyakinannya menjalani sesuatu sekiranya sama sekali tak ada orang yang tidak bisa kita jadikan rujukan. Tanyalah pada hatimu, tinggalkan yang ragu. Maka, menjaga agar mata hati tetap tajam adalah sebuah keniscayaan agar kita tidak terhempas dalam gelombang kefanaan.

Ah, saya tahu, kalimat saya terlalu berputar-putar untuk bisa dipahami dan dicerna dengan mudah. Saya harap esensinya bisa didapat, terutama bagi diri saya sendiri. Saya juga sangat memahami bahwa mengambil sebuah keputusan tidak semudah teori yang ada. Seringkali lebih sulit untuk memahami resiko dari sebuah keputusan daripada memahami keputusan itu sendiri. Di luar itu semua, kita masih punya Allah. Ya, kita masih punya Allah. Kembali pada Nya, menjadikan-Nya sebagai solusi segala permasalahan hidup, dan selalu percaya bahwa scenario Allah adalah selalu yang terbaik untuk kita. Semoga Allah selalu menunjukkan hati-hati kita yang jalan yang hanif dan dalam rel ketaatan. Amin

Selamat berjuang meraih impian, Kawan. Di depanmu jalan terbentang, umat menanti solusi dan kontribusi. 🙂

Mari mencoba berdamai dengan diri sendiri 🙂

Advertisements

Posted on June 10, 2011, in Obrolan Kecil Sarat Makna and tagged , , , . Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. bagus… semoga terus produktif…
    akan lebih hidup jika ada kisah atau succes story (bisa yag dialami atau dari buku/kisah lain yang menginsipirasi) yang mengikuti sebuah tulisan seperti ini… kesannya mengalir…. seperti tulisan mas Salim dan ust. Rahmat Abdullah maupun Anis Matta…

  2. yups. tulisan pak Cahyadi sangat menarik karena bertutur pengalaman. kalo kita diminta ngawang membayangkan terus ya agak repot. yang penting tidak terlalu detail juga, nanti orang akan tahu A-Z diri kita dari tulisan kita…. tahu jalan pikir kita dan respon kita… kadang baik, tapi lebih baik dihindari…

    • eehh..kayaknya baru sekali ini bikin tulsan ngawang deh,,emang lagi nyoba bikin yg tlisan ngawang…critane meh bkin tulisan ala tarbawi yg biasane juga takpiir ngawang…hehe…yang bikin aja pusying….
      padahal ini juga bukan menceritakan pengalaman pribadi, tapi memang kemarin banyak teman sedang seperti itu dan sakjane mencoa menuliskan sisi solusinya yang saya ketahui. tapi malah jadi kayak pengalaman diri sendiri ya? wkwkwk….. mungkin karena ada kalimat: terutama bagi diri saya sendiri? hem, padahal bukannya kalo mau menasihati orang pada dasarnya menasihati diri sendiri dulu?
      hadu hadu,…..masih butuh banyak belajar….. (ow…ow….) T.T

  3. Makasih mbak.
    Haduh, sungguh indah deh. Setidaknya tulisan ini telah mengintropeksi sekaligus menginspirasi diri ini. Saya coba menerawang saat ini, kemarin, dan hari esok. 🙂

    Sungguh alangkah lebih mudah dicerna apabila ada penganalogian dalam sebuah tulisan mbak. Apalagi bagi orang kurang pengalaman seperti saya. 🙂
    Analogi sekaligus sebagai penambah keindahan, katanya.

    Sukses selalu deh mbak. Doakan saya juga ya mbak. Semoga diberi yang terbaik. 🙂

    “Paksa jarimu untuk meneteskan tinta di atas kertas, Din!” 🙂

    • wuh, akhirnya didin berselancar ke blog ku. selamat menikmati sajian2 yang ada di sini,,, 🙂
      maturnuwun masukannya. ternyata gak cuma seorang yg komen begitu, baiklah,,,,,jazakumullah….
      ayo,,,nulis.. 🙂

  4. “Bersyukurlah jika kita termasuk orang yang tahu arah mana yang akan dituju
    Selamat berjuang meraih impian, Kawan. Di depanmu jalan terbentang, umat menanti solusi dan kontribusi”

    lama tak bersua di sini, sekali silaturahim disuguhi sesuatu yg spesial..entah knpa ada haru, rasa bersalah, dan semangat saat mbaca tulisan anti ini terutama 2 kalimat yg aq copas diatas…
    apapun itu, semoga yang sekarang kita jalani ini adalah bagian dari ikhtiar qta utk terus mencari arti indah kehidupan yg sudah disuguhkanNYA di depan kita, meski yang ada tak seindah yang diimpikan tapi yakinlah tiada sebuah hal yang sia-sia karena kita lah yang akan menjadikan sesuatu itu bermakna atau tidak..syukron ukh utk semuanya, keikhlasan dan do’a..tetap ada asa untuk impian kita 🙂

  5. Sangat sepakat dengan “Mari mencoba berdamai dengan diri sendiri”.
    Syukuri setiap nikmat yang didapat dan sabar dengan coban yang datang.

  6. maulsyahidah

    sepatu, mbak tery ^^v

  7. I like reading through a post that can make men and women think.
    Also, thank you for allowing me to comment!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: