Monthly Archives: June 2014

GILA 1

Cukup kaget mendengar statemen bahwa saya dikatakan gila oleh orang yang sama-sama gilanya-setidaknya menurut saya sih-.
Gila? Serius? Saya Gila?
Apa pasal? Apa salahku kalian mengatakan aku gila?
Hemm.. ternyata kegilaan yang mereka bicarakan adalah tentang melancongnya saya dan seorang kawan selama 4 hari ke 4 kota di wilayah barat. Bagi mereka, itu hal gila yang dilakukan oleh seorang wanita. Saking nekatnya makanya sampai dikatakan gila.
Sebenarnya saya merasa gila juga ketika merencanakan perjalanan 4 hari tersebut. Berpindah-pindah kota dengan uang seadanya. Perjalanan yang kami tempuh adalah Bekasi-Bogor-Sukabumi-Lembang-Bandung. Dan saya hanya mempunyai sisa uang 100rb. Sementara kawan saya membawa 300rb hasil pinjaman dari ibunya yang baik hati. Plus tiket kereta pp dan tiket kereta Bogor-Cicurug. Semuanya untuk berdua.
Jujur saja, ketika terbersit ide itu, badan saya sudah lemas seketika. Bayangan asma yang bisa saja kambuh tiba-tiba di perjalanan, kelelahan yang sangat, badan ini udah nolak. Capek!
Tapi saya yakinkan badan saya “all iz well, all iz well.bismillaah”
Tahukah kenapa saya bisa segila itu? Apalagi? Ya, apalagi? Apalagi kalau bukan kamu. Iyaaa.. kamuuu….
Hehehe…
Kamu cinta, yang sudah membuat saya gila. Dan kamu juga cinta, yang membuat badan ini tegap dan senyum yang senantiasa merekah.
Saya mencintai perjalanan, travelling kata orang kota bilang. Seorang guru oernah berkata pada saya bahwa boleh saja saya tinggal di Kebumen, kota kecil yangvtak terlihat di peta.Namun perjalanansaya harus jauh. Keliling Indonesia, keliling dunia.
Saya mencintai berkunjung kepada sanak saudara dan kawan dekat yang belum pernah bertemu (loh). Saya sudah berjanji akan mengunjungi mereka di waktu senggang saya. Ada janji sejak 4 tahun, 3 tahun yang lalu, bahkan sebulan yang lalu.
Saya juga mencintai belajar dari orang-orang hebat yang akan saya tuju. Tak sabar rasanya ingin menghisap seluruh ilmu dan pengalaman mereka (vampire mode: ON)
Luar biasanya, Allah menghimpung semua yang saya cintai dalam satu kota yang sama, berdekatan, dan saling bertaut.
Ah, apalagi yang saya cintai selain semua ini karena cinta-Nya?
Maka dengan alasan cinta yang berjuta juta milyar itulah kegilaan akhirnya terwujud. Apalagi yang bisa membuat orang gila selain kamu, Cinta.
Overall, salam cinta dari kami teruntuk yang kami cinta di Jalan-Nya: Kak Fatma, Crew Mentoring Putri Kece Badai SMA N 4 Bekasi kelas XII yang lelah lelah menunggu kedatangan kami dan mengantarkan kami ke pemberhentian cinta selanjutnya. Mbak Lup beserta Mas Febra, Mas Susi, Mbak Felyn dan Dedek Faiq yang sampai terkantuk-kantuk harap cemas menunggu kami. Ada Teh Bai, Kang Rinal, Teh Acid yang memasok makanan luar biasaaaah sejak datang, sebelum dan sesudah sholat, bahkan ketika akan pergi lahi. Teh Lia dan Bro PH yang menyempatkan “mengintip” kami. Cinta muah muah juga buat Lia, Om, dan Tante di Sukabumi yang huhuhu.. cinta kalian membuat kegilaan kami takluk.Terimakasih sudah diantar keliling Sukabumi.
Kak Herwan dan Kak Azis beserta crew Qur’ani Club yang sudah membuat debaran cinta kami semakin meletup-letup #eeeaaa…
Juga terakhir untuk Teh Ipah dan suami serta crew Quantum Edu dan BimbelQu yang rela antar jemput Bandung-Lembang PP.
Huhuhuhu… T.T
Jika yang mengantarkan kegilaan kami adalah cinta, maka kau, cinta, telah menjadikan perjalanan kami penuh dengan makna cinta sebenarnya.
Aaaaaaakkk….. Nagih 😛

Advertisements

Taklukkan SBMPTN!!!

SNMPTN undangan telah berlalu.sesal kemudian tak akan berarti.Menatap masa depan agar ia menjadi pasti, meskipun kepastian hanya milik Allah, cinta sejati.
SBMPTN di depan mata. Kmungkinan yang kian sedikit dan tipis untuk diterima di PTN negeri tentunya memberi rasa cemas tersendiri. Letakkan tanganmu di dadamu dan berkatalah: “Allah sebaik baik pemberi rizki. Sebaik baik pembuat skenario
Bismillaah, aku berusaha, dan aku bertawakkal hanya padaNya”.

Nah, setelah itu kencangkan kepala meski hari terus berlalu
Saya mau bagi-bagi tips beajar semasa SMA dulu. Masing2 kita kan punya gaya 🙂
Ini cuma cerita aja ya. Ambil aja yang bermanfaat, lainnya yah biar rame buat penyedap 🙂
Ada 3 strategi yang saya lakukan.
1. Strategi Belajar
Kalo dulu saya mulai bulan Januari gak nyentuh
teori lagi, dalam arti baca teori.Saban hari makan soal snmptn (dulu masih tulis semua). Saya jadwal sesuai jadwal pmkt (pendalaman soal snmptn setiap pagi di sekolah jam 06.30-07.15) Misal senin biologi, slasa matematika, dst dst. Menjelang hari h UM UGM, sehari gak cuma satu pelajaran yg saya jadwalkan. Cara mengerjakan soal-soal itu pun khusus. Misal biologi. Kan dulu ada sebuah bimbel yang menerbitkan buku kumpulan soal snmptn dan dijual untuk umum. Saya beli semua paketnya dan mengerjakan soal-soal di buku itu. Mengerjakannya disesuaikan dg durasi yang semestinya. Misal B.Inggris 20 menit untuk 40 soal. Ya taat. Saya kerjakan 2-3 paket, kemudian saya teliti, saya nilai persis seperti pnilaian sbmptn. Benar dikali 4, salah dikurangi 1, dibagi jumlah soal kali 4. Nilai saya cantumkan di bagian yg kosong. Kemudian saya evaluasi. Brapa persen saya bisa kerjain. Soal2 yg salah jawab atau tidak diiisi, dilihat lagi. Apakah cuma karena tidak teliti, tledor, atau bner2 ompong gak mudeng sama materinya. Nah, dr 3 paket yg dikerjakan, kita liat pola kita salah di mana. Bab yg kita cuma lupa atau tledor, paling perlu baca ulang sebentar. Yang ternyata belum paham, dibaca dr awal jika memungkinkan untuk dikejar. Jika kira-kira sulit tinggalkan 🙂
Gituuu terus untuk setiap beberapa paket. Pastikan buku
soal bersih. Kita ngerjain d buku lain. Saya ingat sekali, buku soal biologi sampai saya ulang 3 kali
dan ternyata ada pningkatan signifikan tentang kefahaman materi maupun faham dengan pola soal sbmptn. Itu ttg teknis belajar.

2. Strategi Pemilihan Jurusan
Try out umum dijadwal 2 pkan sekali ikut. Selalu saya catat bisa ngerjain brapa persen per mata pelajaran. Ibarat try out itu simulasi sbmptn, jd skor terendah sampai tertinggi itu bisa jd milik kita pas sbmptn. mb maul selalu catat skor. Waktu itu krn di bimbel yg saya ikuti makai passing grade, ya udah passing grade yg saya catat. Kalo ada yg les di NF dan memakai nilai nasional, ya catat aja niai nasional yg pernah didapatkan. Misal passing grade saya d semua try out antara 30-80. Artinya bisa jd SBMPTN nya saya dapet skor 30, bisa juga 80. Nah sayangnya,  skor 80 ku waktu itu cuma bisa diraih kalo pas ikut try out salah satu lembaga yang menurut kami out of date. Heehe secara ya…waktu itu kita bikin klasifikasi soal bimbel tersulit sampai termudah:NF, SSC, GO, sesuatu bimbel, sesuatu bimbel (sengaja gak disebutin). Haha klo ngerjain soal SBMPTN dr bimbel yg paling akhir, ibarat ngerjain soal sambil merem aja bisa lolos kedokteran umum UGM. hihi… jahat. Jadi kmungkinanku buat berhasil dg skor 80 di SBMPTN  itu kayak keajaiban. Kata tentorku, jangan
ambil resiko. Ambil grade yg di atas 40 dan dibawah 70, alias diantara range kita biasa dapat nilain. Itu in syaa Allah aman. Dari sini kita bisa nilai, amankah jurusan yg kita pilih? Waktu itu pilihan pertama Kedokteran Umum UGM, pilihan kedua Keperawatan UGM (untuk UM UGM). PSIK UGM waktu itu tahun 2003 grade cuma butuh 38. Kedokteran kalau mau aman di atas 60 atau musti 80. Maka saya bisa simpulkan: kalau saya gak diterima di PSIK UGM, itu kebangetan pake bianget. Kalau mau diterima di KU UGM belajarnya musti genjot lagi. Karena aku terlanjur ill feel jd dokter, plus gak kuat ngebayangin belajar jd anak kedomteran, makanya kuputuskan blajar kayak biasa aja dan target keperawatannya.heheh…
Pilihan jurusan ini bisa jd berhubungan dg idealisme kita sebagai seorang pelajar. Kadang
kita gak mau kalah dg idealisme kita musti di jurusan ini dan itu. Berdamai saja. Angka tidak akan pernah berbohong.hehe.. validitasnya
tinggi. Jadi berdamailah.. atau resiko jatuh dan terbentur kita siap dan siap tahun depan ikut lagi. SNMPTN, SBMPTN seringkali bukan maslah kita pinter atau nggak. Tapi kecerdikan memilih jurusan juga jadi pnentu yang penting. Memilih jurusan harga mati (favorit smua) sama aja
bunuh diri kalau hasil berkali-kali try out pas-pasan. Misal KU UGM  dan farmasi UGM. atau
Akuntansi UGM dan Psikologi UGM. hehe… Tahu lah grade jurusan.

3. Strategi Mengerjakan Soal
Yang ketiga, kita baca kmampuan diri. Berawal dari gemes dan kesel tiap kali temen2 mencanangkan 100% benar untuk soal matematika dasar si UM UGM dan SBMPTN. Mereka slalu koar-koar di kelas. Saya gak bisa matematika 😦 Itu menyakitkan sekaliiii T.T
Lalu saya cari passion saya. Saya bisa apa. Dan brapa
persen target ngerjain dengan benar. Misal aku target keperawatan. Biar aman, meski
passing grade 38, saya artikan dg ngerjain 38% bener. Benar ya, tanpa salah, alias TANPA NILAI MINUS. hehe… Biar aman, saya bikin sendiri passing grade
keperawatan 50% BENAR. Dengan kata lain saya punya target MENGERJAKAN 50% soal UM UGM atau SBMPTN dengan BENAR tanpa keSALAHan. Angka ini saya breakdown per mata pelajaran. Dari hasil pngamatan slama pmkt dan try out, inilah kmampuan saya:
Kemampuan Dasar
B.Indonesia 80%
B.Inggris 80%
Matematika 30-40%
total: 190:3= kampuan dasar 60%
Kemampuan ipa
biologi 60%
kimia 60%
fisika 40%
matematika ipa 10%
total: 170:4= 40%
total kmampuan dasar dan ipa: (60+40):2= 50%

Sesuai sama target kan? hehe..
Urutan pelajaran di atas juga urutan soal yg saya kerjakan sewaktu UM UGM. Saya tidak akan membuang waktu untuk mengerjakan matdas karena saya hanya butuh 30% dr 25 soal. Hanya butuh 8 jawaban BENAR. Jadi lau slain 8 soal ragu benernya ya gak saya isi :). Biarkan saja kosong. Untuk matematika IPA, dulu saya hanya target 1-2 menjawab benar. Hehe… Dan biarkan soal lain kosong.Malah sengaja irisan kerucut saya tinggal aja sama sekali tidak dikerjakan jika ada soal tersebut. Pusing amat. 😀

Oh ya, terakhir, saat SBMPTN. Saya beli 3 pensil 2B dan saya potong jd 2, masing-masing sisinya saya raut di rumah. Jadi kalau udah gak enak dipakai sewaktu ujian, tinggal ganti aja. Kita gak akan wasting time untuk sekedar meraut 🙂

Sekali lagi, ini adalah taktik saya untuk ujian tulis SBMPTN dan yang semacamnya. Untuk seorang Maulina yang kmampuannya pas pasan.
Semoga bermanfaat ya 🙂