Semur Balungan Dapur AzMa 

Di rumah kalo butuh sate dalam jumlah banyak,kita selalu persen yg kiloan. Yummy…..

Saking amanahnya, tukang sate langganan kami ini selalu menyertakan balongan sisa ayam yg dibikin sate ke dalam bingkisan pesanan kami.

Walhasil… Selalu ada balungan diantara kita.wkwkwk…

Kitanya juga gak nolak dikasih balungan karena serumah rerata pada suka.

Balungan ini bisa dibikin cem macem, mulai dr sekedar kaldu dan untuk bikin sop balungan, dimasak opor, dan kali ini my mom pengen dibikinin semur balungan.

Okelah kayak semur yg lain,

Bumbu halus:

4 siung Bw.merah

2 siung bw. Putih

1 sdt ketumbar

3 biji kemiri

Cabai optional

Jahe 2 cm

Lengkuas 2 cm

Kunyit 1 cm

Bumbu lain-lain

1 pucuk sdt lada

2 helai daun jeruk purut

2 helai daun salam

2 sereh digeprek

Garam

Tomat

Daun bawang atau luncang

2 sdm saus tiram

Kecap manis, suka suka ajah

 

Bahan-bahan:

Balungan

 

Cara membuat:

1. Blender bumbu halus

2. Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, tambahkan sereh, daun jeruk purut, dan salam. Masak sampai matang sempurna bumbunya.

3. Masukkan balungan, aduk rata, tambahakan air, aduk rata lagi.

4. Masukkan saus tiram, lada, garam, tambahkan sedikit demi sedikit kecap manis sampai warna coklat gelap.

5. Biarkan sampai meresap dan air agak menyusut. Tambahkan tomat dan daun bawang. Aduk rata sampai layu.

6. Hidangkan.

 

Terus…

Dicemil 😜😜😜 atau dimakan dg nasi panas atau bikin mie, bisa jd toping mie ayam  😋😋

Advertisements

​AKU TIDAK TAKUT MASAK BUNCIIIS LAGIII….. (2)

Ke rumah mamih tadinya cuma mau ambil buku2 n baju2 yg masih tertinggal.
Eh.. malah diminta masak sekalian buat berbuka. 

Namanya berkah, rejeki bisa apa aja.

Dan sore ini rejeki anak sholihah adalah berhasil menaklukkan baby buncis. 

Menu sayur udah di postingan sebelum ini, yg ini menu cemilan ala2 resto gitu. Kayaknya di resto2 juga blm banyak yg nyuguhin nih cemilan deh.
Yuk capcus.
FRIED GREEN BABY BEAN/ BABY BUNCIS GORENG

BAHAN

– Buncis, cuci dan pakai dalam kondisi masih basah.

– Telur 1 butir, kocok, taruh di pirih.

– Tepung bumbu secukupnya, taruh di piring

– Tepung panir kuning secukupnya, taruh di piring

– Mayonaise secukupnya

– Cabai bubuk secukupnya
Cara Memasak

1. Buncis basah taruh di tepung bumbu, ratakan. Lalu di telur1 kocok, ratakan, lalu di tepung panir, ratakan, seperti kalau bikin tempura.

2. Goreng sampai kecoklatan dan tiriskan

3. Sajikan dengan mayonaise dan cabe bubuk. 😋😋😋😋 Selamat makaaaan

Cc @kalifamoms kayaknya kalifa bakal sukak deeeh cemilan inih

​AKU TIDAK TAKUT MASAK BUNCIS LAGIIIIII……

Bagiku, adalah hal yang parno masak buncis. 

Pasti gak habis, pasti pada nggak suka.

Nah entah bagaimana kenapa,  mami tercinta beli baby buncis sekilo kali ye.. trus sore ini tetiba juga, kasih tantangan buat disayur tuh baby buncis.
Horor….. apalagi ternyata baby buncis seratnya banyak bingiiit… 

Akhirnya search deh dan nemu  yg pas sama persediaan bumbu di dapur mamih. Oh ya, kebetulan nemu videonya resto vidi yg di jamal jogja.

Tumis Baby Buncis Tiram Ebi  dengan Telur Kriuk

Bahan 

– Baby Buncis, potong jd 2, goreng di minyak panas sampai berubah warna jadi hijau tua yg seger.

– Telur ayam 2 buah, kocok, goreng dalam minyak yg banyak, lalu oral arik, goreng sampai kriuk.
Bumbu

– Bawang bombay 1 buah, bagi 2, iris memanjang

– 2 siung bawang putih, cincang halus

– 3 buah cabai rawit, cabai.merah juga boleh, iris tipis

– 1 genggam ebi atau lebih, hehe

– Lada

– Gula

– Garam

– Saus Tiram
Cara memasak

1. Panaskan minyak, masukkan bawang bombay aduk sampai layu. Masukkan bawang putih dan cabai. Aduk sampai harum.

2. Masukkan ebi, aduk lagi sampai merata.

3. Masukkan buncis, aduk sampai merata.

4. Marinate dg gula, garam, lada bubuk, dan saus tiram, aduk2 sampai merata, sambil diicip. Kasih sedikit air, aduk lagih dg api besar. 

5. Masukkan telur goreng kriuk, aduk lagi sampai merata. 

6. Kalo rasa udah pas, angkat, dan sajikan.


Dijamin reeek… 

Horornya baby buncis yg alot2 penuh serat berubah jadi baby  buncis yg empuk tapi kres kres gurih cincaaaay… 
Met berbuka… 
;);)😋😋😋
Banyumudal, 2 Maret 2017

​Menikah Itu…. (Bagian 2)

Oleh. Maulina Nugraheni

Alhamdulillah wa syukurillah.

Saya menyempatkan diri menulis. Lebih tepatnya memberanikan diri untuk kembali menulis pasca menikah.

By the way, bagi yg blm tahu, saya sudah menikah loh… alhamdulillah ☺

Pernikahan kami menjelang 1 tahun usianya. 😱

Cepet amat yak, perasaan baru aja kemarin. Hihihi… 

Yeaah finally setelah tahun ke 31, saya menikah. 

Sebuah kelegaan yang luar biasa. 

Dan, yang membuat takjub, jalan yang kami lalui sekarang, termasuk si dia, adalah jalan dan kriteria orang yang ada dalam doa2 saya, yang saya panjatkan berulang-ulang. Kadang dengan pengharapan pesimis, kadang sekedar untuk berdoa, dan 1 tahun terakhir sebelum menikah, lebih sering berdoa dengan pengharapan penuh, optimis full. 
Padahal, ketika datang tawaran ta’aruf, saya mah cuma pasrah, gak bisa nolak. Saya cuma tau orangnya baik dan secara visi dakwah sama. 

Apa yang mau ditolak? 

Nggak ada alasan buat nolak. 

Itu yg jadi alasan saya menerima. 
Apalagi ada “jaminan-jaminan” dari para sponsor di belakangnya yang sholeh dan sholihah. Duh mana berani gue tolak. 😅
Ketika dari proses ke proses ditanya, apakah lanjut,

Saya cuma jawab.

Lanjut

Lanjut

Lanjut
Dah gitu aja, tanpa syarat. 

Termasuk ketika ada history yang bikin trauma sebagian orang, saya cuma senyum aja, sambil bilang. 

“Emang masalah? Lanjut aja. It’s not a problem for me, In syaa Allah”
Termasuk ketika ada kekhawatiran-kekhawatiran karena LDR, saya cuma yakin, calon saya ini orang baik, maka saya katakan (dalam hati), LDR ini hanya sementara, karena kau yg akan jadi cinta selamanya. 
Eeeeaaaa…

Aamiin…
Iya saya cuma pasrah aja, gitu. Nikah sama suami saya, yang saya kenal lewat grup WHATSAPP selama 2 tahun belakangan. Ketemu langsung 4 kali di kopdar grup. 

Saya jalani dengan tenang, gak pake deg-degan, gak pake takikardi
Cuma pake haqqul yakin, ini jodoh terbaik dari Allah.
Siapa yang menggerakkan?

Allah… 

allah… 

allah…
Pada saat itu saya gak nimang-nimang lagi kriteria seabrek. Di list saya ada 11 kriteria, kawan, 11 kriteria!
Saya hanya yakin, saya udah doa sama Allah, bahkan bbrp bulan terakhir serius banget kalo doa bab ini. 

Saya komitmen, menerima siapapun yang diberikan Allah datang pada saya dengan iktikad baik, maka saya akan menerimanya dengan baik. 

Siapapun yang serius berniat membangun keluarga sesurga dengan saya, saya pun akan serius. 

Udah itu ajah. 
Ketika datang seseorang dengan iktikad baik, dan apalagi kriteria utama terpenuhi, apakah layak saya menolak? 

Laa… 

Tidak.
Dan akhirnya kami menikah.

Setelah menikah, saya baru tahu kalau kami banyak kesamaan, sedikit perbedaan, dan lebih banyak saling melengkapi. Dan yang paling penting, saya baru tau kalau suami saya adalah kriteria laki-laki yang selama ini saya minta ke Allah dalam doa-doa saya.
Ah…

Menikah itu…

Pada awalnya adalah saling menerima, legowo, apapun dan bagaimanapun pasangan hidupmu nanti, yang diberikan Allah kepadamu. 

Semoga Allah mudahkan,

Allah ridhoi.
30 November 2016

22 days counting the first years of AzMa Marriage.

PROFIL NEO WEDDING SINGER (NWS)

​Assalamualaikum wr.wb 

Terimakasih sudah diberi kesempatan presentasi usaha. 

Saya Maulina Nugraheni, Direktur Yayasan Neoramdhanz Indonesia atau disingkat NRI. 

Saya akan cerita dulu tentang NRI sebelum ke NWS (NeoWeddingSinger). 

Tahun 2010 akhir saya dipertemukan dengan 6 orang pelajar kelas 1 dan 2 SMA yang suaranya keren abis danmusikalitas yang mempesona. Saya lalu melamar menjadi manajer tim nasyid acapella mereka. Sebuah tim solid dan selalu menyihir penonton, bernama Neoramdhanz. Singkat cerita hanya dalam waktu 3 bulan sejak dibentuk, tim ini sudah jadi the best tim nasyid di.lomba tk.nasional kategori umum. 

Maka, terbentuklah fans club yang beranggotakan anak2 SMA dan SMP.Mengapa sengaja kita bentuk fansclub? Karena kita kebanjiran order manggung dan bingung uang mau dikemanakan. Dan kita putuskan bersama anak2 untuk digunakan memfasilitasi teman2 mengembangkan minat bakatnya.

                                                  

Waktu itu hampir 2 pekan sekali  kita ‘ngamen’ baik di acara khitanan, pengajian, maupun walimahan. Kita sepakat 60% pendapatan masuk untukoperasional komunitas, 40% uang saku personil. Kami berharap keberkahan. 

Neoramdhanz Community nama fans club nya, di bawah Neoramdhanz Management (belum lembaga resmi), pada tahun pertama mempunyai 3 komunitas minat bakat: nasyid, enterpreneur, dan neopena. Semua dipimpin dan dibentuk oleh pelajar anggota fans club. Sesuai kemauan mereka. Tahun kedua beberapa pelajarmeminta kita untuk memfasilitasi komunitas dongeng dan beatbox, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan juga membentuk komunitas Neogreen di bawah kita dan berfungsi untuk kerjasama dengan dinas Kehutanan dan Perkebunan

Lalu impian saya dan anak-anak pun berkembang. Kami punya impian setiap komunitas akan mempunyai produk dalam bisnissendiri yang dikelola oleh pelajar dan anak-anak muda. Bergaul dengan 6 pelajar ini, jiwa muda saya meletup-letup. Meski saya tak tau, bagaimana memulai bisnis. Meski sudah baca berbagai buku bisnis sampai belajar ngitung BEP, tetep aja tak paham.hahah…

Di benak kami banyak terbersit idealisme kaum muda. Betapa banyak pelajar Indonesia yang potensinya luar biasa tapi karenasistem tak mendukung, terbengkalailah mereka. Betapa sebenarnya pelajar mampu mandiri, cari duit sendiri, tapi karena ini itu mereka jadi manja. Betapa banyak orang kebumen yang sukses tapi mereka gak mau pulang kampung membangun kampungnya. Jadi kami punya 3 cita kaum muda:                      

1. Memberikan ruang dan lingkungan yang sehat untuk terus mengembangkan karakter positif,minat, dan bakat.

2. Mendidik mental enterpreneur di kalangan pelajar

3. Menyediakan corporate kaum muda agar kaum muda kebumen yang sudah kuliah mau balik lagi membangun kebumen dan bekerja bersama di sini.                           

Lalu kami mengawali dengan “ngamen” kesana kemari. Empat tahun setelah masa rintisan ngamen, usaha pertama ini kamiseriusi dengan membentuk manajemen khusus. Dengan Yayasan NRI berbadan hukum Kementrian Hukum dan HAM, NR Management menjadi Badan Usaha Yayasan. 

NR Management bergerak di bidang manajemen talent berbakat di bidang musik dan seni untuk menciptakan lebih banyak musisi-musisi yang peduli dengan musik positif., musik dengan lirik-lirik lagu yang membangun.

Ada 2 Divisi di Nr Management. 

Neo Wedding Singer dan Neoramdhanz Music Production.

Untuk yg kedua, kami masih nyicil home recording dari hasil ngamen dan sudah stok beberapa lagu untuk kita jadikan album. Semoga bisa launching 2017. Mohon doanya :).

Untuk Neo Wedding Singer, ini dia yang sedang jadi primadona. 

Cita2 kami sederhana. Pernikahan yang mulia, walimatul ‘ursy yangdisumbangkan oleh Rasulullah SAW menjadi momentum yang penuh tetap terjaga keberkahannya. Kami menyediakan alternatif musik positif untuk menyemarakkan walimatul ‘ursy. Lirik yang penuh doa dan kebahagian merayakan cinta bagi kedua pasangan dengan etika yang santun dan bersahaja. 
Ada beberapa pilihan wedding singer

1. Acapella, mostly nasyid, 1,5 jt 2 jam

2. NWS musik: sevilen, neoramdhanz, Javas. Range 2,5-4 jt

3. NWS Cantata Orkestra, orkestra mini dengan 18 pemain, 15 juta

4. NWS Keroncong Modern (coming soon, ikut nguri2 budaya positif)

Semua vokalis dan pemain musik adalah pemain terlatih dan berpengalaman, kebanyakan mahasiswa seni musik uny dan menang dalam berbagai lomba tk.nasional. 
5-10% penghasilan kotor diberikan untuk pengembangan dakwah pelajar dan kepemudaan di kebumen, dan khusus untuk tim acapella pelajar mereka berkomitmen 60% penghasilanDiberikan untuk pengembangan dakwah pelajar. 
Semoga bisnis ini penuh berkah. Keberkahan yang berlapis-lapis.

Mohon doa dan partisipasi, tahun ini kita mempunyai target pendapatan 100juta dr NWS. 

Semoga semakin banyak pemuda mahasiswa yang bergabung dan semakin banyak customer yang percaya sehingga syiar musik positif semakin dikenal danditerima masyarakat luas. 
Sekian, terimakasih 🙂

]

Akun Instagram NWS

Pilih pilih video mana yg mau ditonton 🙂

Paket Neoramdhanz

Sevilen…

Javas…. paket kompliiiiittttt

Di pernikahan saya pun, saya pakainjasanya Javas…. meskipun pendiri, tetep bayar gan…. katanya demi bisnis.. 😭

Cantata Orchestra

Semoga berkah ya…. 

Yang Lillah Tak Kan Pernah Lelah (2)

Oleh. Maulina Nugraheni

Seringkali mulut ini lebih cepat berbicara dari yang seharusnya
Seringkali jari ini lebih cepat menuliskan dari yang semestinya

Maka berhati-hatilah
Dengan ketergesa-gesaan
Waspadalah dengan segala keluhan jiwa

Engkau boleh mengeluh,
tapi simpan ia rapat-rapat dalam malam-malam gelap

Engkau lelah,
Tapi kita punya pilihan
Untuk menjadikannya keluhan yang terucap
Ataukah
Pengikat cinta di akhir malam

Kadang aku merasa lelah…
(Begitu mungkin ketika kita ingin bercerita)

Tapi,
ketika kita mengungkapnya,
kita berharap apa?

Wahai jiwa,
Apakah engkau
berharap lelahmu akan segera berakhir?
Berharap malaikat mendengar keluhanmu dan menyampaikan pada Allah,
lalu Allah pensiunkan kita  aktivitas dakwah?

Ataukah engkau
Berharap lelahmu segera usai
Lalu Allah memberikan waktu berlama-lama untuk tergeletak tak berdaya karena tubuh yang lelah?

Yang lillah takkan pernah lelah

Tugas kita hanya menyeru.

Kita sudah menyeru segiat apa,
sehingga layak berkata lelah?

Kita sudah berkorban sebanyak apa
sehingga berhak bagi kita mengucap payah?

Tugas kita hanya menyeru

Setegar apa kita akan berdiri
Sejauh apa kita akan terus berlari

Yang lillah tak kan pernah lelah

Hingga menggapai
Surga yang hakiki

171015

Ukhuwah Macam Apa Ini?

Oleh. Maulina Nugraheni

Ukhuwah macam apa ini?

Awalnya kami tak saling kenal
Jarak ratusan mil memisahkan
Pertama jumpa,
seperti bertemu kawan lama
Ngobrol sana ngobrol sini layaknya nostalgia

Ah,
Ukhuwah macam apa ini?

Tiba-tiba kami saling merindu
Lalu kami akan mengisinya dengan bertemu
Berbicara tentang nasib bangsa selama sehari
Dan momentum bertemu
menjadi hari yang sangat ditunggu

Aduhai,
Ukhuwah macam apa ini?

Dalam waktu tak berapa lama kami mengikat janji
Bahwa kita akan berbicara lebih banyak
Tanpa sekat jarak dan waktu
Di surga Allah yang jd janji  pasti
Berbincang di atas dipan-dipan yang wangi
Ditemani para bidadari

Ukhuwah macam apa ini?  

Kita sepakat bahwa kita adalah teman sejati
Yang akan saling mencari di tempat peristirahatan akhir nanti
Aku cari kamu
Kamu cari aku
Jika kau tak menemukanku di taman-taman surgawi

Andai cinta bukan karena Dia
Maka berat rasanya menempuh jauhnya perjalanan
Letih dirasa karena pertemuan yang tak seberapa lama

Ah,
Andaikan ku tak mengenalmu
Mungkin cinta ini tak akan tumbuh

Ukhuwah macam apa ini?

Yang begitu saja menggerakkanmu memenuhi
Segala hajat dan kebutuhanku
Tak hanya doa
Tapi juga segala usaha
Ikhtiar
Lalu
Tiba-tiba saja apa yang aku impikan
Ada di depan mata

Duhai Allah,
Ukhuwah macam apa ini?

Menghasilkan milyaran joule energi
Tak bertepi
Rela menghabiskan setiap waktu doa untuk mereka yang kucinta
Menyebut satu per satu nama tanpa jeda

Aku, kamu, kita
Dalam ukhuwah yang begini indah  dirasa
Semoga Allah kuat kan ikatanNya
kekalkan cintaNya
Dan menunjuki jalan-jalanNya

16102015

Belajar dari Orang-orang Super di Sekitar Kita #1

Oleh. Maulina Nugraheni

Percayakah?
Teladan-teladan terbaik ada di sekitar kita. Mereka bertebaran di sekeliling kita. Bahkan mungkin mereka adalah orang-orang terdekat kita.

“Ah, masak sih? Saya nggak nemu teladan apapun. Orang-orang di sekitar saya biasa-biasa aja.”

Gaes,
Sadar tidak sadar, seringkali kita terjebak pada rasa ujub dan merasa lebih baik dr orang lain. 😭
Sebagai akibatnya, kita tak bisa melihat sisi kebaikan-kebaikan mereka, orang-orang di sekitar kita.
Atau, mungkin kita terlalu sibuk dengan diri sendiri dan menganggap kita adalah orang paling banyak masalah dan paling banyak tempaan hidupnya dan paling banyak menderita (saya ikut berduka cita) sehingga tak sempat melihat cermin kehidupan dari orang lain.

Maka kali ini ijinkan saya sedikit berbagi atas apa yg saya temui. Saya juga baru sadar kemarin kalau saya punya teman yang kecenya badai 🙈 (kemane aje gue).

Beliau seorang ummahat dengan 3 jundi dan bekerja karyawan swasta yg gajinya tak seberapa. Track recordnya dalam aktivitas dakwah bisa dikatakan stabil atau bahkan progresif. Setiap tahun ratusan orang dibina melalu tangannya hanya dari 1 wilayah kecil. Lalu kemarin saya sempat memberanikan diri bertanya pada beliau.

“Mbak, apa yang menjadikanmu mempunyai kondisi yang stabil, aku tau sejak engkau gadis hingga sekarang punya anak 3, kau tak pernah surut dalam1 aktivitas dakwah. Enjoy aja, bahkan kalo liat kayak masih single aja. Ringan ke mana2. Anak2 juga kalo dibawa ceria2 aja. Apa yang menjadikanmu seperti itu?”

“Karena CINTA” lalu dia pun tercekat. Kami tertegun.

“Aku mencintai setiap gerak. Aku juga manusia. Kadang sekali dua kali terpikir dengan bebanku yg tak sedikit. Aku juga bekerja dari pagi sampai sore, anak 3, keluarga, penghasilan yang tak sebanyak teman2 lainnya. Kadang berpikir, mereka yang lebih punya banyak fasilitas dan gaji yang mapan, kenapa tak membina, kenapa justru tak bergerak dengan alasan ini dan itu. Aku juga berhak begitu karena kondisiku yang lebih memprihatinkan.
Ah tapi tidak. Aku mencintai ini. Yang kucari adalah keberkahan. Aku terima apa saja yang diberikan Allah, rizki yg ada skrg, aku berdoa agar berkah untukku dan keluarga. ”

Lalu beliau melanjutkan.

“Hari ini kau tau? Anakku sakit dan aku meninggalkannya, kemari.”

Beberapa teman kaget dan bertanya kok bisa tega begitu meninggalkan anak yg sakit.
Lalu beliau menjawab

“Aku sudah ikhtiar. Anak sakit, sudah aku obati, sudah aku kondisi kan. Rumah yang berantakan juga sudah aku bereskan dan rapikan sejak pagi. Lalu aku titipkan anak ke mertua di rumah.Bismillah”

Kami yang terdiri dari akhwat lajang dan akhwat belum punya momongan, takjub.
Lalu beliau melanjutkan.

“Aku tau beban hidup masing2 orang punya. Mulai dr pekerjaan, anak, keluarga, finansial, dll dll. Tapi aku harus bertahan. Aku harus bertahan agar tetap berada di jalan ini. Bagaimanapun berat san sulitnya. Berkahnya dakwah in syaa Allah juga akan berkah untuk keluarga kita”

Ah…. issshhhh…….
😫😫😫😭😭😭😭

Maka kami yg berada di samping nya pun saling menguatkan.

Terus berjuang mbak.
Engkau teladan kami, engkau guru kami. Doakan kami bisa meneladanimu. Semoga Allah memberikan keberkahan pada dakwahmu, keluargamu, dan hidupmu.

Jadi, apa yang kau cinta dalam hidup ini, kawan?

15102015

Jika Tiba Di Langit Cinta

Oleh. Maulina Nugraheni

Seseorang mencarimu, cinta.
Pengembaraannya jauh
dan memakan puluhan waktu
Kadang ia melupakanmu, tapi sesaat dia akan tergugu pilu,
mengenangmu

Lain kali dia mengabaikanmu,
Tapi sejurus kemudian
dia akan merasakan kehilangan
dan perih yang mendalam

Begitulah ia…
Naik turun
seperti tak jelas ujungnya
Tapi bagaimanapun,
Ia akan selalu mencarimu
Di setiap sisa usia
yang ia punya

Menggapai langit cinta,
Betapapun jauh perjalanan dan
Berapapun banyaknya
yang mesti dikorbankan

Ia akan menuju ke langitmu, cinta.

Jika ia tiba di langit cinta,
Mengingat saja membuat
tubuhnya bergetar
Mengucapkan nama berakibat menggigil,

terguncang

Lama

Jika tiba di langit cinta,
Setiap malamnya adalah
derai air mata
Menjelang tidurnya
tak akan pernah lepas dari
senggukan pilu

Meratapimu, cinta

Jika ia tiba di langit cinta,
Berjam-jam lamanya
rela dihabiskan untuk

mengiba

Malam-malam sunyi
dia ceraikan dari kasurnya

Menghampirimu, cinta

Seringkali
tiba-tiba ia merasa
tak berdaya.

Tiba-tiba berdebar,

nelangsa.

Pun tak kuasa
menahan air mata

Tenteram
Tapi cemas,

Harap,
tapi takut luar biasa.

Jika tiba di langit cinta
Tetiba
ia akan sering berbicara

tentang iman,

tentang harapan yang tak semestinya ,

tentang kesia-siaan dan maksiat yang  ia jalani
puluhan jarak dan waktu

Sering ia tertidur
sementara matanya sembab
Tanpa sebab,
tanpa musabab.

Setelah tiba di langit cinta
Ketika do’a
dan segala ikhtiar disempurnakan
Ketika segala rasa telah ia berikan
Ia hanya akan menerima
terhadap segala takdir

Sebuah keniscayaan

Menerimanya saja

Jika tiba di langit cinta,
Ia berharap bisa berdua selalu
kapanpun ia mau
Hingga batas usia

MenjadikanNya satu-satunya harapan hidup
Sandaran doa

Kau tahu, cinta…
Cinta tak pernah salah
sejak kali pertama hadirnya
Ia akan memilih yang cenderung kepada Tuhannya

GO DONG @iSPS
11 Oktober 2015

IN DEPTH DISCUSSION Part 2

Oleh. Maulina Nugraheni

Hai hai hai, jumpa lagi sama Go Dong lanjutan IDD.

Go Dong lalu udah ngobrolin ttg apa itu IDD dan caranya, kali ini kita ngobrolin WHY nya. Ngapain musti repot-repot IDD dengan segala kerempongannya 🙈

Apa sih manfaat IN DEPTH DISCUSSION?

Jujur, saya gugling kok gak nemu bahasan ini. Makanya taktulis wae. Hal-hal yang ada disini semua juga hasil pengalaman, termasuk poin manfaat, hanyalah manfaat yang saya rasakan dari aktivitas IDD 🙂

1. Memperluas wawasan dan pemahaman. Pemahaman tidak hanya permukaan tapi mendalam dan luas.

2. Mengasah analisis
IDD bukanlah aktivitas pasif.
Ia aktivitas aktif yang memerlukan inisiatif dan kemampuan membaca sesuatu yang tak terlihat.
Mencari hal-hal terkait yang dirasa perlu untuk diketahui

3. Memahami ruh, orientasi, nilai.
Efek IDD bukan hanya selesai pada saat melakukan aktivitas, akan tetapi bisa berefek pada jangka panjang.
Orang yang terbiasa melakukan IDD biasa juga menemukan tujuan sejati, orientasi, atau ruh melakukan sesuatu.
You know, ketika kita paham benar tujuan, kita akan bisa tetap tegar walau badai gelombang menghantam.
Selain efek jangka panjang, ada juga efek keseharian. Kita jadi terbiasa berpikir mendalam tentang kehidupan kita, orientasi, landasan, dan lain-lain. Bikin diri kita semakin berkarakter karena selalu punya dasar “why I do this and say no to this” (mbuh inggrise ngawur)

4. Beramal ilmiah, berilmu amaliyah
Memastikan bahwa setiap gerak kita punya landasan dan setiap ilmu yang didapat dipastikan untuk diamalkan. Beramal bukan tanpa landasan, dan ketika berilmu, kaya dengan amal. Pemahaman-pemahaman hasil IDD seperti tabungan jangka panjang. Bisa jadi saat ini kita pusing, mual, tapi beberapa tahun setelahnya, amal-amal kreatif yang kita lakukan otomatis berjalan begitu saja. Setelah dicek, ternyata apa yang kita lakukan berdasar pemahaman hasil IDD  beberapa tahun lalu.

5. Selalu punya kreasi.
Memahami konten dasar secara mendalam dan luas, jelas akan membuat kita lebih kreatif dalam memunculkan program2 atau aktivitas baru. Karena ternyata panduan adalah panduan secara garis besar. Kita bisa melakukan kreativitas apapun sesuai konteks kekinian.

Oke gaes, tak semua orang tahan dengan IDD, tapi saran saya, jangan trauma dulu.
Aktifitas dakwah  menekankan pada AL FAHMU sebagai dasar bergerak. Pemahaman yang sempurna akan berefek pada amal yang sempurna, in syaa Allah.

Sedihnya, jaman sekarang lebih banyak yang maunya instan daripada mengkaji pemahaman. Akibatnya, aktivitas sekedar rutinitas. Program sekedar nyontek yang dulu-dulu. Ketika mentok, tak tahu harus dievaluasi atau diperbaiki darimana.

Apakah Anda termasuk yang mentok dengan program kerja dan semacamnya?

Nah!!!!
Rajin-rajinlah membaca dan mengkaji panduan-panduan dasar beramal. Bahasa aktivis islam nya, baca MANHAJ nya. Lalu lakukan IDD, dan coba didiskusikan dalam konteks implementasi kekinian. 

Selamat Mencoba!
:):):)

iSPS®
Go Dong 1 September 2015